Menu Click to open Menus
Home » BUDIDAYA » Agro Komplek » Teknis Budidaya Semangka Dengan Teknologi Organik NASA

Teknis Budidaya Semangka Dengan Teknologi Organik NASA

(1218 Views) April 6, 2018 6:45 am | Published by | No comment

PERSIAPAN BENIH dan PERKECAMBAHAN

  1. Kebutuhan benih 1 sachet/1000 m2 = 10 sachet/ha.
  2. Rendam benih di dalam air hangat (20-25) °C + 1 tutup botol POC NASA dalam 5 liter air.
  3. Tiriskan dan peram ± 2-4 hari, benih yang berkecambah segera disemaikan.
  4. Benih dikecambahkan pada polybag/bedengan, dengan media tanam campuran tanah + pupuk kandang yang telah diberi GLIO dengan perbandingan 1:2 sachet/25-50 Kg.

PERSIAPAN LAHAN dan PENANAMAN

  1. Taburkan dolomit 300-600 Kg/ha, tabur atau kocor dengan SUPER NASA 1/2 Kg per 1000 m2 atau 5-6 Kg/ha, bedengan tutup dengan mulsa.
  2. Buat lubang tanam dan tanam bibit dengan jarak 90-100 cm dan lebar 60 cm.

PEMINDAHAN BIBIT

  1. Pemindahan bibit dilakukan pada umur 12-14 hari.

PEMELIHARAAN dan PEMUPUKAN

  1. Semprot tanaman dengan POC NASA 3-4 tutup + 1 tutup HORMONIK/tangki (14-16 liter) sejak umur 1 s/d 7 minggu dengan interval 1 minggu sekali.

HAMA dan PENYAKIT PADA TANAMAN SEMANGKA

HAMA SEMANGKA

  1. Thrips, Berukuran kecil ramping, warna kuning pucat kehitaman, mempunyai sungut badan beruas-ruas. Pengendalian : BVR atau PESTONA.
  2. Ulat Perusak Daun, Berwarna hijau dengan garis hitam/berwarna hijau bergaris kuning. Gejala : daun dimakan sampai tinggal lapisan lilinnya dan terlihat dari jauh seperti berlubang. Pengendalian : PESTONA.
  3. Tungau, Binatang kecil berwarna merah agak kekuningan/kehijauan berukuran berukuran kecil menghisap cairan tanaman. Tandanya tampak jaring-jaring sarang binatang ini dibawah permukaan daun, warna dedaunan akan pucat. Pengendalian : BVR atau PESTONA.
  4. Ulat Tanah, Berwarna hitam berbintik-bintik/bergaris-garis, panjang tubuh 2-5 cm, aktif merusak dan bergerak pada malam hari. Menyerang daun terutama tunas-tunas muda, ulat dewasa memangsa pangkal tanaman. Pengendalian Pertama : Penanaman serempak pada daerah yang berdekatan untuk memutus siklus hidup hama dan pemberantasan sarang ngengat disekitarnya. Pengendalian Kedua : Semprot dengan PESTONA.
  5. Lalat Buah, Ciri-ciri mempunyai sayap yang transparant berwarna kuning dengan bercak-bercak dan mempunyai belalai. Tanda-tanda serangan : terdapat bekas luka pada kulit buah (seperti tusukan belalai), daging buah beraroma sedikit masam dan terlihat memar. Pengendalian : Membersihkan lingkungan, tanah bekas hama dibalikkan dengan dibajak atau dicangkul, pemasangan perangkap lalat buah menggunakan METILAT LEM dan semprot PESTONA.

Catatan : Jika Pengendalian hama penyakit menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat menggunakan pestisida kimia. Agar penyemprotan pestisida kimia dapat merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan AERO810 dengan dosis ± 5 ml (1/2 tutup)/tangki.

PENYAKIT SEMANGKA

  1. Layu Fusarium, Penyebab : Lingkungan/situasi yang memungkinkan tumbuh jamur (hawa yang terlalu lembab). Gejala : timbul kebusukan pada tanaman yang tadinya lebat dan subur. Pengendalian Pertama : Dengan pergiliran masa tanam dan menjaga kondisi lingkungan, menanam pada areal baru yang belum ditanami. Pengendalian Kedua : Pemberian GLIO sebelum atau pada saat tanam.
  2. Bercak Daun, Penyebab : Spora bibit penyakit terbawa angin dari tanaman lain yang terserang. Gejala : Permukaan daun terdapat bercak kuning dan selanjutnya menjadi coklat akhirnya mengering dan mati, atau terdapat rumbai-rumbai halus berwarna abu-abu/ungu. Pengendalian : seperti pada penyakit layu fusarium.
  3. Antraknosa, Penyebab : seperti penyakit layu fusarium. Gejala : Daun terlihat bercak-bercak coklat yang akhirnya berubah warna merah jambu yang lama kelamaan semakin meluas. Pengendalian : seperti pengendalian penyakit layu fusarium.
  4. Busuk Semai, Menyerang pada benih yang sedang disemaikan. Gejala : Batang bibit berwarna coklat, merambat dan rebah kemudian mati. Pengendalian : Pemberian GLIO sebelum penyemaian dimedia semai.
  5. Busuk Buah, Penyebab : Jamur/Bakteri patogen yang menginfeksi buah menjelang masak dan aktif setelah buah mulai dipetik. Pengendalian : Hindari dan cegah terjadinya kerusakan kulit buah, baik selama pengangkutan maupun penyimpanan, pemetikan buah dilakukan pada waktu siang hari tidak berawan/hujan.
  6. Karat Daun, Penyebab : Virus yang terbawa oleh hama tanaman yang berkembang pada daun tanaman. Gejala : daun melepuh, belang-belang, cenderung berubah bentuk, tanaman kerdil dan timbul rekahan membujur pada batang. Pengendalian : Sama seperti penyakit layu fusarium.

PANEN SEMANGKA

Ciri dan Umur Panen

Umur panen setelah 70-100 hari setelah penanaman. Ciri-cirinya : terjadi perubahan warna buah, dan batang buah mulai mengecil maka buah tersebut bisa dipetik (dipanen).

Cara Panen

Pemetikan buah sebaiknya dilakukan pada saat cuaca cerah sehingga buah dalam kondisi kering permukaan kulitnya, dan tahan selama dalam penyimpanan ataupun ditangan pengecer. Sebaiknya pemotongan buah semangka dilakukan beserta tangkainya.

Penjelasan detail mengenai budidaya semangka menggunakan produk nasa bisa downlod brosurnya melalui link dibawah ini :

Konsultasi dan pemesanan produk-produk nasa untuk budidaya semangka silahkan hubungi Bp. Supriyanto melalui HP/WA di 081226934823

Facebook Comments
This post was written by Supriyanto
About

Bergabung menjadi Distributor Resmi Produk NASA pada Januari 2017 dengan No. ID Member N-451661. Meraih peringkat MANAGER pada bulan Juni 2017 kemudian peringkat SILVER MANAGER bisa saya dapatkan pada bulan Desember 2017. Semoga untuk peringkat GOLD MANAGER segera bisa saya dapatkan dan menuju Stockist Qualified. Konsultasi Bisnis NASA silahkan WA : 081226934823, BBM : 7B3AF3C7

No comment for Teknis Budidaya Semangka Dengan Teknologi Organik NASA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *