Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » BUDIDAYA » Perikanan » Budidaya Lele Menggunakan Produk NASA

Budidaya Lele Menggunakan Produk NASA

(945 Views) March 12, 2018 10:32 pm | Published by | No comment

I. PENDAHULUAN

Lele merupakan jenis ikan yang digemari masyarakat, dengan rasa yang lezat, daging empuk, duri teratur dan dapat disajikan dalam berbagai macam menu masakan. PT. NATURAL NUSANTARA dengan prinsip K-3 (kuantitas, kualitas dan kesehatan) membantu petani lele dengan paket produk dan teknologi nasa.

II. PEMBENIHAN LELE

Budidaya lele untuk menghasilkan benih sampai berukuran tertentu dengan cara mengawinkan induk jantan dan betina pada kolam-kolam khusus pemijahan. Pembenihan lele mempunyai prospek yang bagus dengan tingginya konsumsi lele serta banyaknya usaha pembesaran lele.

III. SISTEM BUDIDAYA

Terdapat 3 sistem pembenihan yang dikenal, yaitu :

1. Sistem Massal

Dilakukan dengan menempatkan lele jantan dan betina dalam satu kolam dengan perbandingan tertentu. Pada sistem ini induk jantan secara leluasa mencari pasangannya untuk diajak kawin dalam sarang pemijahan, sehingga sangat tergantung pada keaktifan induk jantan mencari pasangannya.

2. Sistem Pasangan

Dilakukan dengan menempatkan induk jantan dan betina dalam kolam khusus. keberhasilannya ditentukan oleh ketepatan menentukan pasangan yang cocok antara kedua induk.

3. Pembenihan Sistem Suntik (Hyphofisasi)

Dilakukan dengan merangsang lele untuk memijah atau terjadi ovulasi dengan suntikan ekstrak kelenjar Hyphofise, yang terdapat disebelah bawah otak besar. Untuk keperluan ini harus ada ikan sebagai donor kelenjar Hyphofise yang juga harus dari jenis lele.

IV. TAHAP PROSES BUDIDAYA

A. Pembuatan Kolam

Ada dua macam/tipe kolam, yaitu bak dan kubangan (kolam galian). Pemilihan tipe kolam tersebut sebaiknya disesuaikan dengan lahan yang tersedia. Secara teknis baik pada tipe bak maupun tipe galian, pembenihan lele harus mempunyai :

  • Kolam Tandon. Mendapatkan masukan air langsung dari luar/sumber air. Berfungsi untuk pengendapan lumpur, persediaan air, dan penumbuhan plankton. Kolam tandon ini merupakan sumber air untuk kolam yang lain.
  • Kolam pemeliharaan induk. Induk jantan dan betina selama masa pematangan telur dipelihara pada kolam tersendiri yang sekaligus sebagai tempat pematangan sel telur dan sel sperma.
  • Kolam Pemijahan. Tempat perkawinan induk jantan dan betina. Pada kolam ini harus tersedia sarang pemijahan dari ijuk, batu bata, bambu dan lain-lain sebagai tempat hubungan induk jantan dan betina.
  • Kolam Pendederan. Berfungsi untuk membesarkan anakan yang telah menetas dan telah berumur 3-4 hari. Pemindahan dilakukan pada umur tersebut karena anakan mulai memerlukan pakan, yang sebelumnya masih menggunakan cadangan kuning telur induk dalam saluran pencernaannya.

B. Pemilihan Induk

  • Induk Jantan mempunyai tanda : tulang kepala berbentuk pipih, warna lebih gelap, gerakannya lebih lincah perut ramping tidak terlihat lebih besar daripada punggung, alat kelaminnya berbentuk runcing.
  • Induk betina bertanda : tulang kepala berbentuk cembung, warna badan lebih cerah, gerakan lamban, perut mengembang lebih besar daripada punggung, alat kelamin berbentuk bulat.

C. Persiapan Lahan

Proses pengolahan lahan (pada kolam tanah) meliputi :

  • Pengeringan. Untuk membersihkan kolam dan mematikan berbagai bibit penyakit.
  • Pengapuran. Dilakukan dengan kapur dolomit atau zeolit dosis 60 gram/m2 untuk mengembalikan keasaman tanah dan mematikan bibit penyakit yang tidak mati oleh pengeringan.
  • Perlakuan TON (Tambak Organik Nusantara). Untuk menetralkan berbagai racun dan gas berbahaya hasil pembusukan bahan organik sisa budidaya sebelumnya dengan dosis 5 botol TON/ha atau 25 gram (2 sendok makan) /100 m2. Penambahan pupuk kandang juga dapat dilakukan untuk menambah kesuburan lahan.
  • Pemasukan air. Dilakukan secara bertahap, mula-mula setinggi 30 cm dan dibiarkan selama 3-4 hari untuk menumbuhkan plankton sebagai pakan alami lele.
  • Pada tipe kolam bak, persiapan kolam yang dapat dilakukan adalah : pembersihan bak dari kotoran/sisa pembenihan sebelumnya, Penjemuran bak agar kering dan bibit penyakit mati. Pemasukan air dapat langsung penuh dan segera diberi perlakukan TON dengan dosis sama.

D. Pemijahan

Pemijahan adalah proses pertemuan induk jantan dan betina untuk mengeluarkan sel telur dan sel sperma. Tanda induk jantan siap kawin yaitu alat kelamin berwarna merah. Induk betina tandanya sel telur berwarna kuning (jika belum matang berwarna hijau). Sel telur yang telah dibuahi menempel pada sarang dan dalam waktu 24 jam akan menetas menjadi anakan lele.

E. Pemindahan

Cara Pemindahan :

  • Kurangi air disarang pemijahan sampai tinggi air 10-20 cm.
  • Siapkan tempat penampungan dengan baskom atau ember yang diisi dengan air disarang.
  • Samakan suhu pada kedua kolam.
  • Pindahkan benih dari sarang ke wadah penampungan dengan cawan atau piring.
  • Pindahkan benih dari penampungan ke kolam pendederan dengan hati-hati pada malam hari, karena masih rentan terhadap tingginya suhu air.

F. Pendederan

Adalah pembesaran hingga berukuran siap jual, yaitu 5-7 cm, 7-9 cm dan 9-12 cm dengan harga berbeda. Kolam pendederan permukaannya diberi pelindung berupa enceng gondok atau penutup plastik untuk menghindari naiknya suhu air yang menyebabkan lele mudah stress. Pemberian pakan mulai dilakukan sejak anakan lele dipindahkan ke kolam pendederan ini.

V. MANAJEMEN PAKAN

Pakan anakan lele berupa :

  • Pakan alami berupa plankton, jentik-jentik, kutu air dan cacing kecil (paling baik) dikonsumsi pada umur dibawah 3-4 hari.
  • Pakan buatan untuk umur diatas 3-4 hari. Kandungan nutrisi harus tinggi, terutama kadar proteinnya.

Untuk menambah nutrisi pakan, setiap pakan pemberian pakan buatan dicampur dengan POC NASA dengan dosis 1-2 cc/kg pakan (dicampur air secukupnya), untuk meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan tubuh karena mengandung berbagai unsur mineral penting, protein, dan vitamin dalam jumlah yang optimal.

VI. MANAJEMEN AIR

Ukuran kualitas air dapat dinilai secara fisik :

  • Air harus bersih
  • Berwarna hijau cerah
  • Kecerahan/transparansi sedang (30-40 cm).
  • Ukuran kualitas air secara kimia : bebas senyawa beracun seperti amoniak.
  • Mempunyai suhu optimal (22-26 derajat celcius)

Untuk menjaga kualitas air agar selalu dalam keadaan yang optimal, pemberian pupuk TON sangat diperlukan. TON yang mengandung unsur-unsur mineral penting, lemak, protein, karbohidrat dan asam humat mampu menumbuhkan dan menyuburkan pakan alami yang berupa plankton dan jenis cacing-cacingan, menetralkan senyawa beracun dan menciptakan ekosistem kolam yang seimbang. Perlakuakn TON dilakukan pada saat olah lahan dengan cara dilarutkan dan disiramkan pada permukaan tanah kolam serta pada waktu pemasukan air baru atau sekurang-kurangnya setiap 10 hari sekali. Dosisi pemakaian TON adalah 25 gram / 100 m2.

VII. MANAJEMEN KESEHATAN

Pada dasarnya, anakan lele yang dipelihara tidak akan sakit jika mempunyai ketahanan tubuh yang tinggi. Anakan lele menjadi sakit lebih banyak disebabkan oleh kondisi lingkungan (air) yang jelek. Kondisi air yang jelek santa mendorong tumbuhnya berbagai bibit penyakit baik yang berupa protozoa, jamur, bakteri dan lain-lain. Maka dalam manajemen kesehatan pembenihan lele, yang lebih penting dilakukan adalah penjagaan kondisi air dan pemberian nutrisi yang tinggi. Dalam kedua hal itulah peranan TON dan POC NASA sangat besar.

Namun apabila anakan lele terlanjur terserang penyakit, dianjurkan untuk melakukan pengobatan yang sesuai. Penyakit-penyakit yang disebabkan oleh infeksi protozoa, bakteri dan jamur dapat diobati dengan formalin, larutan PK (Kalium Permanganat) atau garam dapur. Penggunaan obat tersebut haruslah hati-hati dan dosis yang digunakan harus sesuai.

Dapatkan brosur lengkap Teknis Budidaya Pembenihan Lele Mengunakan Produk NASA hanya di Distributor Resmi Produk NASA N-451661 yang beralamatkan di Dk. Patihan RT.01/RW.06, Kel. Karang Tengah, Kec. Sragen, Kab. Sragen. Kontak HP/WA : 081226934823/BBM 7B3AF3C7

Facebook Comments
This post was written by Supriyanto
About

Bergabung menjadi Distributor Resmi Produk NASA pada Januari 2017 dengan No. ID Member N-451661. Meraih peringkat MANAGER pada bulan Juni 2017 kemudian peringkat SILVER MANAGER bisa saya dapatkan pada bulan Desember 2017. Semoga untuk peringkat GOLD MANAGER segera bisa saya dapatkan dan menuju Stockist Qualified. Konsultasi Bisnis NASA silahkan WA : 081226934823, BBM : 7B3AF3C7

No comment for Budidaya Lele Menggunakan Produk NASA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *