Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » BUDIDAYA » Agro Komplek » Budidaya Cabai Dengan Teknologi Organik NASA

Budidaya Cabai Dengan Teknologi Organik NASA

(1283 Views) March 10, 2018 8:38 am | Published by | 2 Comments

PERSIAPAN MEDIA SEMAI

  1. Campurkan kurang lebih 1-2 pack NATURAL GLIO dalam 25-50 kg pupuk kandang, lalu peram 1-2 minggu sebagai campuran media semai.
  2. Komposisi media semai terdiri atas tanah, pupuk kandang dan pasir (komposisi 1:1:1).

PEMBIBITAN

  1. Kebutuhan benih 10-11 sachet/ha.
  2. Rendam benih dengan 2-4 cc POC NASA/liter air hangat selama kurang lebih 2 jam.
  3. Tiriskan dan peram 2-4 hari, benih yang berkecambah segera disemaikan.
  4. Semprotkan POC NASA 1-2 tutup/tangki pada bibit usia 7 dan 14 hari setelah semai.

PENGOLAHAN LAHAN dan PEMUPUKAN DASAR

  1. Taburkan pupuk kandang (5-10 ton/ha) dan Dolomit (200-300 kg/ha) di lahan.
  2. Lakukan olah tanah.
  3. Buat bedengan (tinggi 40 cm lebar 100 cm) dengan drainese yang cukup.
  4. Campurkan SUPERNASA 3-6 kg/ha bersama pupuk TSP (150 kg/ha) lalu taburkan secara merata di bedengan. Kemudian tebarkan GLIO yang sudah dicampur pupuk kandang ke permukaan bedengan (aplikasi 1 minggu sebelum tanam).
  5. Tutup bedengan dengan mulsa.

Pindah Tanam

  1. Buat lubang tanam jarak 60 cm x 60 cm atau 70 cm x 70 cm.
  2. Tanamkan bibit umur 21-30 hari / 5-6 daun (saat melepas polybag bola tanah jangan sampai pecah agar tanaman tidak stress).

PEMUPUKAN dan PEMELIHARAAN TANAMAN

Pemupukan Makro Susulan (Urea, ZA dan KCl) Usia 1 s/d 4 Minggu :

  1. Urea 10 sdm, ZA 10 sdm, KCl 10 sdm, POWER NUTRITION 5-10 sdm.
  2. Cara Aplikasi : Campur 50 liter air, siramkan 1 gelas per lubang (200 cc) Interval 1 Minggu.

Pemupukan Makro Susulan (Urea, ZA dan KCl) Usia 5 Minggu dan seterusnya :

  1. Urea 10 sdm, ZA 20 sdm, KCl 20 sdm, POWER NUTRITION 10-20 sdm.
  2. Cara Aplikasi : Campur 50 liter air, siramkan 2-3 gelas per lubang (400-600 cc) Interval 1 Minggu.

PEMUPUKAN POC NASA DAN AERO810

Usia 2 minggu dan seterusnya (interval 1-2 minggu : Semprot POC NASA 3-5 tutup/tangki + HORMONIK 1 tutup/tangki + AERO810 1/2 tutup/tangki, (volume tangki 10-17 liter, kebutuhan 20-30 tangki per hektar)

Perempelan

Sisakan 2-3 cabang utama mulai umur 15-30 hari.

HAMA dan PENYAKIT PADA TANAMAN CABAI

PENCEGAHAN

  1. Semprotkan PENTANA 3-5 tutup/tangki atau PESTONA 5-10 tutup/tangki + AERO810 1/2 tutup/tangki (sebaiknya rutin tiap 5-10 hari)
  2. Semprot BVR 30 gram/tangki (selang seling dengan PENTANA atau PESTONA, interval 5-10 hari)
  3. Pasang Perangkat METILAT LEM

HAMA CABAI

  1. Kutu Daun Persik (Aphids sp.) : Perhatikan permukaan daun bagian bawah atau lipatan pucuk daun, biasanya kutu daun persik bersembunyi dibawah daun. Pijit dengan jari koloni kutu yang ditemukan, semprot dengan Natural BVR atau PESTONA.
  2. Hama Thrips Parvispinus : Gejala serangan daun berkerut dan bercak klorosis karena cairan daun di isap, lapisan bawah daun berwarna keperak-perakan atau seperti tembaga. Biasanya koloni berkeliaran dibawah daun. Pengamatan pada pagi atau sore hari karena hama akan keluar pada waktu teduh. Serangan parah semprot dengan Natural BVR atau PESTONA untuk mengurangi penyebaran.
  3. Hama Tungau (Polyphagotarsonemus latus) : Gejala serangan daun berwarna kuning kecoklatan menggulung terpuntir ke bagian bawah sepanjang tulang daun. Pucuk menebal dan berguguran sehingga tinggal batang dan cabang. Perhatikan daun muda, bila menggulung dan mengeras itu tandanya terserang tungau. Cara mengatasi seperti pada Aphids dan Thrips.
  4. Lalat Buah (Dacus Dorsalis) : Gejala serangan buah yang telah berisi belatung akan menjadi keropos karena isinya dimakan, buah sering gugur muda atau berubah bentuknya. Lubang buah memungkinkan bakteri pembusuk mudah masuk sehingga buah busuk basah. Sebagai vektor antraknose. Pengamatan ditujukan pada buah cabai bususk, kumpulkan dan musnahkan. Lalat buah dipantau dengan perangkap berbahan aktif Metil Eugenol 40 buah/ha. Pengendali gunakan METILAT LEM.

PENYAKIT CABAI

  1. Rebah Semai (Dumping Off), Gejalanya tanaman terkulai karena batang busuk, disebabkan oleh cendawan Phytium Sp dan Rhizoctonia Sp. Cara pengendalian : Tanaman yang terserang dibuang bersama dengan tanah, mengatur kelembapan dengan mengurangi naungan dan penyiraman, jika serangan tinggi siram Natural GLIO 1 sendok makan (kurang lebih 10 gram) per 10 liter air.
  2. Embun Bulu, Ditandai adanya bercak klorosis dengan permukaan berbulu pada daun atau kotil yang disebabkan cendawan Peronospora Parasitica. Cara mengatasi seperti penyakit rebah semai.
  3. Kelompok Virus, Gejalanya pertumbuhan bibit terhambat dan warna daun mosaik atau pucat. Gejala timbul lebih jelas setelah tanaman berumur lebih dari 2 minggu. Cara mengatasi : bibit terserang dicabut dan dibakar, semprot vektor virus dengan Natural BVR atau PESTONA.
  4. Penyakit Layu, disebabkan beberapa jamur antara lain Fusarium, Phytium dan Rhizoctonia. Gejala serangan tanaman layu dimusnahkan dan untuk mengurangi penyebaran, sebarkan Natural GLIO.
  5. Penyakit bercak daun, cercospora capsici. Jamur ini menyerang pada musim hujan diawali pada daun tua bagian bawah. Gejala serangan berupa bercak dalam berbagai ukuran dengan bagian tengah berwarna abu-abu atau putih, kadang bagian tengah ini sobek atau berlubang. Daun menguning sebelum waktunya dan gugur, tinggal buah dan ranting saja. Akibatnya buah menjadi rusak karena terbakar sinar matahari.
  6. Penyakit Busuk Buah Antraknosa (Colletotrichum Gloeosporioides), Gejala serangan mula-mula bercak atau totol-totol pada buah yang membusuk melebar dan berkembang menjadi warna orange, abu-abu atau hitam. Bagian tengah bercak terlihat garis-garis melingkar penuh titik spora berwarna hitam. Serangan berat menyebabkan seluruh bagian buah mengering. Pengamatan dilakukan pada buah merah dan hijau tua. Buah terserang dikumpulkan dan dimusnahkan pada waktu panen dipisahkan. Serangan berat sebari dengan Natural GLIO dibawah tanaman.

FASE PANEN dan PASCA PANEN

1. PEMANENAN

  • Panen pertama sekitar umur 60-75 hari.
  • Panen kedua dan seterusnya 2-3 hari dengan jumlah panen bisa mencapai 30-40 kali atau lebih tergantung ketinggian tempat dan cara budidayanya.

2. CARA PANEN

  • Buah dipanen tidak terlalu tua (kemasakan 80-90%)
  • Pemanenan yang baik pagi hari setelah embun kering
  • Penyortiran dilakukan sejak dilahan
  • Simpan ditempat yang teduh

3. PENGAMATAN HAMA dan PENYAKIT

  • Kumpulkan dan musnahkan buah yang busuk/rusak.

DISTRIBUTOR NASA SRAGEN Menyediakan produk-produk NASA untuk budidaya cabai. Kami juga melayani konsultasi budidaya cabai NASA, brosur panduan serta konsultasi bisnis. Order Produk NASA fast respon silahkan hubungi AGEN RESMI NASA Bp. SUPRIYANTO di HP/WA : 081226934823 atau BBM 7B3AF3C7

Facebook Comments
This post was written by Supriyanto
About

Bergabung menjadi Distributor Resmi Produk NASA pada Januari 2017 dengan No. ID Member N-451661. Meraih peringkat MANAGER pada bulan Juni 2017 kemudian peringkat SILVER MANAGER bisa saya dapatkan pada bulan Desember 2017. Semoga untuk peringkat GOLD MANAGER segera bisa saya dapatkan dan menuju Stockist Qualified. Konsultasi Bisnis NASA silahkan WA : 081226934823, BBM : 7B3AF3C7

2 Comments for Budidaya Cabai Dengan Teknologi Organik NASA

  • ATIM says:

    Wahh sangat menambah wawasan bagi kita semua dan tentunya membantu para petani, tapi apakah kelebihan dari budidaya cabai menggunakan bahan organik NASA tsb dan apa manfaat dari buah yg di panen pada waktu tidak trlalu tua?

    • Supriyanto says:

      Terima Kasih Kak Atim sudah bersedia mengunjungi web support bisnis nasa kami. Kelebihan budidaya cabai menggunakan produk organik nasa bisa meningkatkan hasil panen, umur cabai bisa lebih panjang dan tentunya karena menggunakan produk organik maka sangat aman untuk kesehatan kita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *